over 1 year ago

Fenomena jual obat aborsi di internet dan apotik nakal semakin menjadi
dimana-mana banyak di iklankan ataupun di tawarkan melalui sosial media maupun dokter nakal, tips
Obat untuk melakukan aborsi

Aborsi yang menggunakan obat sudah cukup lama di gunakan di berbagai Negara di Amerika dan kawasan Epora. Dua obat aborsi yang sangat terkenal adalah Mifepristone dan Misoprostol. Negara Prancis sudah sejak tahun 1992 menggunakan dua obat tersebut (dalam kasus medis) untuk menggugurkan kandungan. Hasilnya sekitar 1 juta orang kurang lebih berhasil dan kasus kematian tidak di temukan. Sedangkan di Negara Amerika menggunakan Mifepristone dan Misoprostol, hanya ada sekitar lima kasus kematian saja menggunakan Mifepristone. Untuk itu, FDA menyarankan masyarakat menggunakan obat tersebut sebagai upaya melakukan aborsi dengan tingkat kematian paling rendah

Sebelum menggunakan Mifepristone dan Misoprostol, biasanya masyarakat menggunakan obat Viagra. Obat ini biasa di pakai pada pengobatan disfungsi ereksi. Hasilnya adalah sebanyak 564 pria meninggal di tahun 2000. Menurut penelitian yang sudah di lakukan dimana hasilnya di tulis dalam Journal of American Medical Assocoation sebanyak 11 juta resep yang di tuliskan, ada 546 kasus kematian. Sehingga perbandingan kasus kematian tersebut adalah 1 dari 20.000 pengguna. Sayangnya obat ini masih beredar bebas di pasaran.

Kasus obat bukan hanya terpatok pada Mifepristone dan Misoprostol serta Viagra saja. Penisilin juga sempat meraungi dunia sebagai salah satu obat aborsi. Dari tingkat keberhasilannya, perbandingan angka kematian sebanyak 1 kasus tiap resep 50.000 sampai 100.000 pengguna

Bahaya Aborsi Dengan Obat Aborsi

Aborsi yang di lakukan dengan bantuan obat biasanya menggunakan mifepristone yang sangat manjur untuk menggugurkan kandungan. Tentu saja, karena reaksi yang di timbulkan kuat efek samping dan resiko juga cukup menantang., yakni :

Pendarahan dalam kurun waktu lama

Melakukan aborsi menggunakan pil tentu saja efek pengeluarannya melalui vagina. Wajar terjadi ketika anda mengonsumsi pil lalu terjadi pendarahan, sebab saat itu rahim sedang berusaha membuang embrio. Namun beberapa wanita mengalami pendarahn sampai 12 hari. Bahkan yang lebih parah sampai 6 minggu.

Terjadi kehamilan ektopik

Kehamilan yang di sebut ektopik terjadi ketika posisi janin berada di saluran tuba falopii. Keberadaan pil mifepristone bisa membunuh janin yang ada di sana. Bahkan kasus parah yang sudah terjadi, pil ini bisa menghancurkan saluran tuba falopii tersebut. Jika hal ini benar benar terjadi, maka pasien harus segera di tangani secara singkat. Telat penanganan saja bisa berakibat fatal untuk pasien.

Aborsi yang tidak sempurna

Kasus aborsi menggunakan metode dan alat apapun memang meninggalkan resiko yang salah satunya adalah aborsi tidak sempurna. Untuk pasien yanh hendak melakukan aborsi dengan bantuan pil memiliki tingkat kegagalan dari 5% sampai dengan 15%. Saat anda mengetahui ada yang tidak beres dengan proses aborsi pil tersebut, harus segera konsultasi ke dokter. Kemungkinan akan di lakukan operasi yang juga bisa berujung pada komplikasi penyakit lain. Bahkan keadaan terburuk seperti kematian juga siap mengintai anda.

Tertular radang panggul

Pelvic inflammatory disease (PID) atau biasa di kenal dengan sebutan radang panggul sangat rentan dengan wanita yang melakukan aborsi menggunakan pil. Presenatse tertularnya bahkan sampai 5%. Pasien akan merasakan nyeri panggul yang sangat sakit, sebab ini merupakan penyakit yang cukup kronis. Biasanya pasien yang sudah terkena penyakit ini memiliki masa subur yang sudah berkurang.. ia juga sangat rentan dengan kehamilan ektopik. Resiko semakin tinggi jika ia juga merupakan pasien yang dulunya menderita penyakit klamidia.

Efek psikologis pasien

Secara psikologis, wanita yang sudah melakukan aborsi lebih mudah depresi dan sangat sensitive. Tak jarang dalam benaknya untuk berfikir bunuh diri ketika merasa masalah yang menimpanya berat. Hal ini sangat mempengaruhi perasaan emosional yang tinggi bisa membawanya pada penyalahgunaan obat obat terlarang. Menurut penelitian yang sudah di lakukan, sangat sedikit wanita yang masih bisa berfikir positif setelah melakukan aborsi.

Resiko kematian tinggi

Kematian merupakan efek yang paling fatal bagi semua pasien. Begitu pula pasien yang melakukan aborsi menggunakan obat mifeprestone. Penelitian yang di lakukan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa aborsi menjadi penyebab utama kelima atas kematian wanita. Penelitian lain yang di lakukan di Denmark juga menyebutkan hal sama. Biasanya aborsi menggunakan pil terkait pasca operasi akan terjadi pendarahan hebat, lalu terkena infeksi. Alasan lai penyebab kematian tersebut adalah pasien terkena emboli, infeksi, emboli, anestesi bahkan kehamilan ektopik yang tidak bisa terdiagnosis sebelumnya.

sekian artikel singkat tentang fenomena jual obat aborsi di apotik nakal

← khasiat minyak lintah untuk vitalitas pria jual obat perangsang ampuh →